IKUTI
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
Pilih Paket Umroh Yang Tepat Dan Terpercaya

Pilih Paket Umroh Yang Tepat Dan Terpercaya

Oleh : Nanda Septania - Kategori : Umroh
23
Nov 2020

Paket Umroh – Apa yang terbersit ketika mendengar kata ‘umroh’ dan ‘haji’? Sebagian orang menganggap jika dua hal tersebut adalah satu rangkaian kegiatan yang hampir mirip. Perbedaannya yang utama ada pada rentang waktu pelaksaan, dimana haji dilakukan lebih lama daripada umroh.  

paket umroh

Perbedaan Haji dan Umroh 

Pada dasarnya ada beberapa perbedaan signifikan yang antara ibadah haji dan umroh. Perbedaan tersebut ada pada landasan hukum, waktu pelaksanaan, dan lamanya ibadah.

Ibadah haji adalah kegiatan ibadah wajib yang dilaksanakan untuk melengkapi rukun Islam kelima dengan catatan jika orang tersebut mampu untuk melaksanakannya. Bagi mereka yang mampu melaksanakan pelengkap rukun Islam tersebut, mereka wajib melakukannya minimal satu kali dalam seumur hidupnya.

Berbeda dengan umroh yang bersifat sunnah, sehingga bisa dilakukan lebih dari satu kali meskipun tidak melengkapi rukun islam yang sudah ada. Umroh biasanya disebut sebagai ibadah haji kecil. 

Waktu Pelaksanaan Haji dan Umroh 

Dalam Islam ada waktu tertentu untuk melangsungkan ibadah haji, yakni di antara tanggal 8 Zulhijah hingga 12 Zulhijah.

Ibadah haji akan dilaksanakan dengan melalui serangkaian ritual sesuai dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Sedangkan umroh bisa dilakukan tanpa batasan waktu tertentu.

Siapa pun bisa melangsungkan ibadah ini sepanjang tahun sesuai dengan keinginannya meskipun tata cara pelaksaannya tidak jauh berbeda dengan ibadah haji. 

Durasi Pelaksanaa Haji dan Umroh 

Selain dua perbedaan di atas, ada pula beberapa hal lain yang menjadi perbedaan signifikan di antara ibadah haji dan umroh.

Salah satunya adalah lama pelaksanaannya.

Ibadah haji dilakukan selama 40 hari yang dimulai di antara 8 Zulhijah hingga 12 Zulhijah.

Di dalam rentang waktu tersebut, jamaah haji perlu menjalankan serangkaian ibadah yang lebih panjang di tempat-tempat sakral, seperti di Ka’bah, wukuf di Arafah, thawaf di Mina, hingga lempar jumroh di Muzdalifah. 

Sedangkan umroh dilangsungkan selama sembilan sampai empat belas hari.

Selama empat belas hari itu, jamaah umroh hanya berfokus pada dua tempat utama, yaitu Mekkah dan Madinah. 

Beda Durasi Pelaksanaan Beda Persiapan 

Ibadah haji yang dilaksanakan selama 40 hari tentunya membutuhkan persiapan fisik yang prima. Jauh-jauh hari, para calon jamaah haji sudah semestinya melakukan cek kesehatan.

Bahkan, pada beberapa kesempatan calon jamaah haji kerap kali diberikan suntikan vaksin agar tidak terkena serangan virus ketika beribadah.

Oleh karena itu ketika calon jamaah haji akan melakasanakan niatnya, mereka perlu mempersiapkan fisik dengan baik.

Berbeda dengan haji, para calon jamaah umroh membutuhkan persiapan yang lebih simple.

Dari segi cek kesehatan bisa segera dilakukan tanpa menunggu waktu lama. Barang-barang bawaannya pun seharusnya juga lebih sedikit daripada jamaah haji, karena waktu umroh yang lebih sebentar.

Perbedaan Biaya Haji dan Umroh 

Bagi para calon jamaah haji setidaknya harus menyiapkan dana sekitar Rp31 juta yang berlaku pada 2020, informasi ini sudah jelas tertera di dalam laman resmi Kementerian Agama.

Meskipun demikian, harga tersebut sewaktu-waktu dapat berubah jika mengalami peningkatan untuk setiap embarkasi keberangkatan. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa ibadah haji memerlukan waktu antrean yang cukup lama sampai ibadah tersebut bisa dilakukan.

Hal itu dikarenakan banyaknya jamaah yang hendak diberangkatkan melebihi kuota yang diberikan otoritas di Makkah, sehingga calon jamaah haji harus mengantri dalam hitungan tahun sebelum benar-benar berangkat.

Kuota penerimaan calon jamaah di Tanah Suci dari masing-masing negara juga dibatasi pada angkat tertentu. Hal ini sangat mempengaruhi lamanya waktu antre untuk keberangkatan. 

Dari segi biaya, calon jamaah umroh membayar keberangkatan proses ibadah dengan biaya yang lebih murah daripada calon jamaah haji.

Kementrian Agaman menaksir bahwa biaya untuk melaksanakan umroh di tahun 2020 ini berkisar sekitar Rp19 juta.

Dilihat dari harga yang fantastis dan lama waktu pelaksanaan ibadah, tak jarang calon jamaah memilih untuk melaksanakan umroh terlebih dahulu. 

Harga tersebut dapat pula bervariasi sesuai dengan daerah keberangkatan dan lama waktu pelaksanaannya. Bisa juga tergantung dengan tour tambahan di negara-negara timur tengah seperti Turki maupun Yaman.

Paket Umroh Yang Tepat, Untuk Ibadah Yang Lebih Nyaman 

paket umroh

Beragam paket yang telah disediakan oleh masing-masing agen perjalanan akan memudahkan calon jamaah untuk mempersiapkan keberangkatan mereka, terutama umroh.

Melalui paket umroh, para calon jamaah tak perlu bersusah payah mengurus visa, melakukan pemesanan hotel, dan serangkaian hal lain yang sekiranya akan mengganggu konsentrasi mereka untuk beribadah.

Para agen perjalanan akan dengan senang hati membantu calon jamaah untuk mengatur segala bentuk kebutuhan melalui paket umroh yang telah disediakan. 

Pemilihan paket umroh menjadi hal paling krusial bagi konsumen karena dapat menentukan tingkat kenyamanan dalam menjalankan ibadah sampai penyesuaian harga yang pas di kantong. 

1. Sesuaikan Paket Umroh Dengan Budget dan Kebutuhan 

Ada banyak pilihan paket umroh yang bisa Anda pilih.

Mulai dari paket yang hanya berfokus pada ibadah sampai penyediaan kunjungan wisata rohani ke beberapa tempat pasca ibadah.

Harga yang ditawarkan oleh biro perjalanan juga cukup bervariasi tergantung pada fasilitas yang ingin dinikmati oleh calon jamaah. Harga paket umroh seringkali juga menyesuaikan dengan waktu keberangkatan.

Salah satu harga yang turut mempengaruhi naik turunnya biaya paket umroh adalah biaya pesawat. Pada waktu-waktu tertentu, pihak maskapai memberikan diskon besar-besaran untuk penerbangan internasional. Pada saat itulah seringkali biaya keberangkatan umroh agak lebih miring.

Sebaliknya ketika musim liburan tiba, seringkali biaya pesawat mengalami kenaikan, sehingga harganya menyesuaikan dengan biaya keberangkatan.

Para calon jamaah bisa memilih paket umroh yang beragam ini sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan jauh-jauh hari tergantung pada kebutuhan.

2. Waspada Paket Umroh Murah tapi Abal-Abal 

Jika ada kelebihan pasti ada kekurangan, termasuk pada jasa paket umroh yang ditawarkan oleh agensi perjalanan.

Salah satu faktor terbesar yang menjadi momok di masyarakat saat ini terkait kepercayaan mereka menaruh uang dalam jumlah besar ke agen perjalanan.

Bisa dilihat dari banyaknya kasus penipuan yang mengatasnamakan biro perjalanan dengan menggunakan ladasan paket umroh murah.

Tidak semua calon jamaah berasal dari kalangan atas sehingga sering kali mereka tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh biro perjalanan palsu.

Biasanya para biro perjalanan palsu akan menggembar-gemborkan harga paket umroh yang jauh dari standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama. 

Oleh karena itu, jadilah calon jamaah yang teliti sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa travel tertentu untuk umroh.

Jangan tergiur dengan harga murah tapi pada akhirnya tidak jadi berangkat karena ternyata biro travelnya penipu.

Agar tidak mudah tertipu, berikut ini cara tepat memilih biro perjalanan yang aman menurut Rameyza.

Cara Tepat Memilah Biro Perjalanan yang Aman 

umroh

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi para calon jamaah untuk mengetahui keakuratan paket umroh yang ditawarkan oleh sebuah biro perjalanan.

Kementerian Agama mengampanyekan “5 Pasti Umroh” agar para calon jamaah merasa aman dan nyaman saat memilih paket umroh dari biro perjalanan. 

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni para calon jamaah harus memastikan kalau biro perjalanan yang sudah terpilih memiliki izin resmi dari pemeritah.

Biasanya jika biro perjalanan tersebut benar terdaftar, mereka akan memasang izin tersebut di kantor untuk meningkatkan kepercayaan dari calon jamaah yang akan menjadi konsumen mereka.

Namun patut diwaspadai juga sistem konsorsium yang menggunakan izin dari biro perjalanan lain untuk menjalankan perjalanan umroh yang berbeda dari si pemilik izin. 

Langkah kedua, para calon jamaah juga harus memastikan jadwal keberangkatan mereka.

Hal ini bisa dilakukan dengan meminta bukti block seat dari biro perjalanan yang sudah dipilih.

Tak hanya itu, agar lebih akurat calon jamaah juga bisa melakukan pengecekkan dengan cara menghubungi maskapai penerbangan dan menanyakan terkait block seat yang diberikan oleh biro perjalanan. 

Langkah ketiga, pastikan program layanan tersebut aman dengan melihat dan memastikan bahwa fasilitas pesawat, akomodasi, dan daftar kegiatan yang diberikan sesuai dengan rencana perjalanan. 

Langkah keempat, calon jamaah juga harus memastikan hotel tempat mereka akan menginap selama menjalankan ibadah umroh. Cara ini juga bisa dilakukan jamaah untuk poin block seat di maskapai penerbangan terpilih. 

Langkah terakhir sekaligus menjadi yang terpenting adalah memastikan visa.

Dalam hal ini, calon jamaah pun diharapkan aktif untuk memeriksa setiap hal agar visa yang mereka terima dari biro perjalanan merupakan dokumen yang asli.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan keaslian visa di antaranya dapat dilakukan dengan langsung mengakses laman resmi Imigrasi.

Di sini, calon jamaah hanya perlu memasukan data pribadi yng diminta.

Nantinya, data tersebut akan menampilkan hasil apakah permohonan visa yang diajukan oleh biro perjalanan sudah diterima atau sebaliknya. 

Kelima langkah tersebut masih terus dikampanyekan oleh Kementerian Agama.

Hal itu dikarenakan semakin maraknya oknum-oknum nakal yang mengatasnamakan biro perjalanan dengan memberikan paket umroh murah sebagai daya tarik.

Para calon jamaah yang terlanjur tergiur dengan kata ‘murah’ akan menemukan diri mereka gagal berangkat dan terlunta-lunta.

Langkah-langkah yang sudah disebutkan sebelumnya menjadi cara Kementerian Agama mengantisipasi agar tidak ada lagi calon jamaah yang tertipu dan gagal berangkat. 

Biro perjalanan palsu seringkali tidak memberikan kepastian kapan calon jamaah kapan sebenarnya mereka akan diberangkatkan. Padahal biaya paket umroh telah dibayarkan.

Sedangkan pada biro perjalanan resmi, kepastian keberangkatan sudah di fix kan, entah di bulan yang sama atau bulan berikutnya. 

Hal ini dikarenakan ibadah umroh dilakukan sepanjang tahun dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan dari masing-masing biro perjalanan. 

Pilih Umroh Sambil Wisata, Asyik Nggak Ya? 

Perjalanan umroh rupanya tak hanya berfokus tentang ibadah, tapi ada juga yang sekaligus menyisipkan kegiatan wisata rohani.

Namun, untuk calon jamaah yang memilih paket umroh sekaligus kunjungan wisata rohani ke beberapa kota, ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain: 

1. Keterbatasan Waktu 

Satu hal yang paling mencolok yakni keterbatasan waktu.

Bagi para calon jamaah yang mengambil paket umroh lengkap dengan wisata rohani ke beberapa kota harus siap dengan keterbatasan waktu yang ditawarkan.

Mendengar nama ‘wisata’ saja sepertinya sudah memiliki bayangan tersendiri, apa yang akan dilakukan di sana, barang apa saja yang akan dibeli, atau mungkin mengunjungi tempat tertentu yang memang sudah berada lama di daftar keinginan. 

Namun sayangnya, kegiatan seperti itu bisa saja dilakukan hanya saja dengan catatan waktu yang sangat terbatas.

Calon jamaah tidak bisa menikmati wisata seperti layaknya para turis yang dengan bebas pergi ke mana pun tanpa batasan waktu. 

2. Harus Mematuhi Susunan Acara Dari Biro Perjalanan 

Biro perjalanan memiliki jadwal tersendiri yang harus dipatuhi oleh calon jamaah jika tidak ingin tertinggal rombongan dan berakhir di negeri orang sendirian.

Di waktu yang begitu terbatas, para calon jamaah harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk melakukan serangkaian kegiatan yang ingin dilakukan.

Bukan berarti para calon jamaah tidak dibebaskan untuk mengeksplorasi kota yang sedang dikunjungi, hanya saja keterbatasan waktu membuat kalian merasa tidak leluasa untuk menikmati ‘liburan’ yang sudah kalian bayar. 

Apakah ada Paket Umroh di Masa Pandemi?

Di samping banyaknya manfaat dan keuntungan yang didapat, ada hal lain yang belakangan membuat minat paket umroh ini menurun, faktor utamanya adalah pandemi Covid 19 atau dikenal dengan virus corona.

Virus ini tidak hanya terjangkit di Indonesia tetapi seluruh dunia sehingga memengaruhi banyak sektor termasuk pariwisata.

Arab Saudi yang menjadi salah satu destinasi negara paling banyak diminati hingga memiliki ribuan bahkan jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia memutuskan untuk menutup sementara negaranya agar menghentikan penyebaran virus tersebut. 

1. Covid 19 Berbuntut Penutupan Kegiatan Ibadah 

Keputusan untuk menutup negaranya mengakibatkan tidak ada serangkaian kegiatan ibadah seperti biasanya yang dilakukan oleh beragam wisatawan dari mancanegara.

Tak hanya Arab Saudi, beberapa negara lain pun menetapkan kebijakan serupa untuk memutus penyebaran virus Covid 19 yang semakin merajalela.

Keputusan yang dilakukan oleh Arab Saudi sangat berdampak pada pemasukan biro perjalanan yang menjual paket umroh dan banyaknya calon jamaah yang harus menunda rencana perjalanan mereka. 

Beberapa waktu belakangan, Arab Saudi kembali membuka akses ibadah meski hanya untuk warga lokal namun semenjak penyebaran virus Covid 19 yang semakin meningkat maka Pemerintah Arab Saudi kembali meniadakan segala aktivitas ibadah di luar ruangan.

Hingga saat ini, pihak Arab Saudi masih belum membuka negaranya untuk warga mancanegara bahkan penerbangan menuju negeri jazirah Arab kabarnya masih ditunda hingga Maret 2021 mendatang. 

2. Dampak Pembatasan Akses, Calon Jamaah Khawatir 

Situasi ini jelas sangat berdampak besar pada calon jamaah yang sudah membayar untuk paket umroh karena mereka masih harus menunda perjalanan.

Penundaan ini masih terus berlanjut hingga Arab Saudi memberi keputusan lebih lanjut terkait kapan negaranya bisa kembali menerima wisatawan asing secara normal, khususnya dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Adanya kebijakan penundaan tersebut, memunculkan kebingungan dari para calon jamaah terkait dana yang sudah mereka bayarkan pada biro perjalanan. 

Desakan ini kemudian membuat pihak AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia) mengambil langkah untuk mendiskusikan beberapa hal terkait pengembalian dana calon jamaah dengan pihak penyelenggara.

Dalam pembahasan ini pihak AMPHURI dan pihak penyelenggara masih terus berkoordinasi untuk mengeluarkan kebijakan terkait dana yang sudah masuk. 

Wacana Biaya Tambahan dan Kemungkinan Pengembalian Dana 

Ada kemungkinan calon jamaah yang sudah masuk antrean dan tetap ingin berangkat ibadah akan dikenakan biaya tambahan untuk melakukan swab test jelang keberangkatan.

Namun, bagi calon jamaah yang tidak setuju dengan penambahan biaya tersebut, tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengajukan permintaan pengembalian dana ke pihak penyelenggara.

Di tengah situasi ini, banyak calon jamaah yang kemudian memiliki kesadaran tinggi melakukan swab test mandiri untuk memastikan diri mereka terbebas dari virus Covid 19.

Hal itu mereka lakukan guna meyakinkan mendapatkan izin dari pihak penyelenggara agar tetap bisa melanjutkan rencana perjalanan ke Tanah Suci.

Akan tetapi, pemerintah Arab Saudi tampaknya masih memperketat kebijakan terkait larangan masuknya wisatawan asing ke negeri mereka, sekalipun dengan tujuan melaksanakan ibadah umroh maupun haji. 

Dampak Besar Pembatasan Akses Umroh Bagi Biro Perjalanan 

Situasi ini kemudian jelas membuat para calon jamaah kecewa dan menimbulkan kerugian besar pada pihak biro perjalanan.

Tak sedikit dari pihak biro perjalanan yang bakan harus mengembalikan secara penuh dana calon jamaah yang tidak jadi berangkat karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyebaran virus Covid 19.

Di sisi lain, kerugian besar juga dirasakan oleh pihak biro perjalanan yang telah membuat promo paket umroh sedemikian rupa. 

Pandemi Covid 19 yang menyerang semua sektor bisnis membuat usaha biro perjalanan kian terhambat.

Bagi sebagian besar biro perjalanan yang belum cukup mampu untuk bertahan di situasi seperti ini memutuskan untuk menutup sementara bisnis mereka sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tak jarang, pebisnis kalangan menengah ke bawah terpaksa harus mengurangi atau bahkan meniadakan karyawan mereka karena ketidaksanggupan pebisnis untuk membayarkan hak karyawan.

Di sisi lain, para calon jamaah masih harus menunggu tanpa kepastian yang jelas kapan mereka bisa merealisasikan pilihan paket umroh yang sudah mereka pilih jauh hari.

0 Komentar

Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Kiri
Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Tengah
Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Kanan