IKUTI
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
Bagaimana Tata Cara Umroh yang Baik dan Benar?

Bagaimana Tata Cara Umroh yang Baik dan Benar?

Oleh : Nanda Septania - Kategori : Umroh
23
Nov 2020

Bagaimana tata cara umroh yang baik dan benar? Hal apa saja yang perlu Anda lakukan ketika umroh? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini yuk!

bagaimana tata cara umroh yang baik dan benar

Secara harfiah, umroh memiliki arti berkunjung ke suatu tempat. Sedangkan dalam istilah fikih, umroh berarti melakukan serangkaian ibadah, yang meliputi tawaf, sai, lalu diakhiri dengan tahallul.

Nama lain dari umroh adalah haji kecil. Mengapa dinamakan haji kecil? sebab seluruh rangkaian umroh sama dengan haji, yang membedakan hanya durasi saja. Namun sebenarnya ada beberapa hal dasar yang membedakan keduanya. Pada umroh, kita tidak melakukan wukuf, mabit dan melontar jumroh selayaknya ibadah haji. Ibadah umroh sendiri bisa menjadi alternatif di kala menunggu kuota keberangkatan ibadah haji.

Sebelum melakukan umroh, mari kita pahami tata cara ibadahnya terlebih dahulu. 

Table of Contents

Tata Cara Umroh yang Baik dan Benar:

1. Persiapan Umroh

Sebelum berangkat, sebaiknya jamaah melakukan beberapa persiapan umroh. Mulai dari mempelajari tata cara umroh, apa saja yang tidak boleh, apa saja sunnah, serta bacaan doa yang akan kamu lafalkan nantinya.

Sebelum ke tanah suci, jamaah lebih baik rajin berolahraga, menjaga kesehatan serta pola makan, mengingat Arab Saudi memiliki perbedaan cuaca yang cukup ekstrem dengan Indonesia.

Dokumen juga tak boleh luput dari perhatian, seperti kartu identitas, paspor, visa, dsb. Umumnya pihak biro perjalanan umroh akan membantu jamaah untuk mengurus kelengkapan dokumen ini.

Selanjutnya, jamaah juga sebaiknya mengikuti manasik umroh. Manasik umroh merupakan latihan atau uji coba sebelum melakukan umroh yang sesungguhnya. Manasik umroh biasanya diadakan oleh biro perjalanan supaya jamaah bisa benar-benar memahami tata cara umroh sebelum masa keberangkatan.

Sebelum berangkat ke tempat miqat, jamaah dianjurkan untuk mandi sunnah ihrom terlebih dahulu di hotel atau tempat penginapan. Mandi sunnah ihrom ini hampir mirip dengan mandi junub, hanya saja niatnya saja yang berbeda.

2. Menuju Tempat Miqat 

Tata cara umroh yang kedua adalah Miqat. Miqat secara harfiah berarti batas. Oleh karena itu, tempat miqat umroh merupakan titik awal ibadah umroh, atau bisa juga disebut dengan tempat berihram atau berniat umroh. Miqat bisa dibedakan menjadi dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamani merupakan batasan waktu, sedangkan miqat makani merupakan batasan tempat.

Berdasarkan sudut pandangn miqat makani, tempat miqat akan menyesuaikan arah kedatangan jamaah tersebut. Berikut adalah beberapa tempat miqat:

  1. Jamaah yang datang dari arah Madinah, berniat ihram di Masjid Dzulhulaifah atau Abyar Ali. Biasanya jamaah asal Indonesia melakukan miqat di sini. Jaraknya sekitar 450 km dari Mekah. 
  2. Jamaah yang datang dari Syam, seperti Palestina, Lebanon, Yordania dan lainnya, berniat ihram di Al Juhfah. Tempat ini berdekatan dengan Kota Rabigh, yang memiliki jarak sekitar 183 km dari Kota Mekah.
  3. Jamaah yang datang dari arah Riyadh dan daerah sisi timur Mekah lainnya, berniat ihram di Qornul Manazil atau As Sailul Kabiir.
  4. Jamaah yang datang dari selatan seperti Yaman, berniat ihram di Yalamlam atau As Sa’diyah. Terkadang jamaah Indonesia juga melakukan miqt di sini.
  5. Jamaah yang datang dari Irak, berniat ihram di Dzatu ‘Irq atau Adh Dhoribah.

Di tempat miqat, terlebih dahulu jamaah melakukan berbagai persiapan dasar, seperti berwudhu, dan memakai pakaian ihram.

3. Mengenakan Pakaian Ihram

Pakaian ihram merupakan kain yang menjuntai dan tidak memiliki jahitan, yang mana disunnahkan berwarna putih. Ada perbedaan untuk pakaian ihram bagi jamaah laki-laki dan jamaah perempuan. Berikut rinciannya.

  • Pakaian ihram untuk laki-laki terdiri atas dua lembar kain lebar. Kain pertama berfungsi untuk menutupi bangian pinggang hingga kaki. Kain kedua diselempangkan di bahu, sampai bawah ketiak. Usahakan kain tidak melewati batas mata kaki dan tidak terkena kotoran. Di sini laki-laki juga dilarang mengenakan pakaian yang membentuk lekuk tubuh, termasuk pakaian dalam. Tidak boleh mengenakan alas kaki yang menutup mata kaki, aksesoris, maupun penutup kepala seperti peci atau topi.
  • Pakaian ihram untuk perempuan disesuaikan dengan syariat untuk menutupi seluruh tubuh, dan hanya boleh menampakkan telapak tangan dan wajah. Bagian bawah kain harus mencapai tumit. Agar nyaman, jamaah perempuan juga bisa mengenakan kaos kaki dan sepatu dari bahan karet.

Jamaah perempuan tidak boleh mengenakan niqab atau cadar, seperti yang telah dicontohkan istri Rasulullahyaitu A’isyah radyallahu anhuma. Beliau hanya akan sesekali menutupi kesuluruhan kepalanya jika ada laki-laki yang memperhatikan. 

Setelah mengenakan pakaian ihrom, ada beberapa larangan dalam umroh yang harus dipatuhi oleh jamaah. Diantaranya adalah larangan untuk memotong kuku, memakai wangi-wangian, mencukur bulu, menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi, bermesraan, berhubungan intim, memburu atau mematikan binatang apa pun, bertengkar, mencaci, mengeluarkan kata-kata kotor, atau memotong tanaman di sekitar Mekah.

4. Berniat Umrah atau Melakukan Miqat

Selanjutnya, jamaah membaca lafadz niat umroh yaitu Labbaikallahumma ‘umratan, yang berarti aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah untuk menunaikan ibadah umroh.

Miqat atau berniat umroh wajib dilakukan bagi setiap jamaah. Bagi yang tidak berniat umroh di tempat miqat dengan sengaja, maka jamaah tersebut wajib kembali ke tempat miqat dan berniat. Apabila hal tersebut tak terlaksana, maka jamaah wajib menyembelih satu ekor kambing, lalu membagikannya kepada orang-orang miskin di Mekah.

Selanjutnya jamaah akan menempuh perjalanan menuju Masjidil Haram di Mekah.

5. Membaca Talbiyah

Di sepanjang perjalanan menuju Mekah, jamaah akan menyerukan kalimat talbiyah sembari mengeraskan suara. Bacalah kalimat talbiyah secara berulang, dan hanya berhenti di saat thawaf akan dimulai. Kalimat talbiyah adalah sebagai berikut

Tata cara umroh membaca talbiyah

Lafadz tersebut memiliki arti: 

Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

6. Memasuki Masjidil Haram

Adab yang baik saat memasuki masjid ialah mendahulukan kaki kanan. Hal ini pun berlaku ketika memasuki Masjidil Haram. Jangan lupa untuk mengucapkan doa ketika hendak masuk ke Masjidil Haram. Berikut adalah doanya:

tata-cara-umroh-memasuki-masjidil-haram

yang artinya

Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

Masjidil Haram memiliki banyak pintu masuk. Jamaah boleh untuk memilih pintu mana saja. Namun satu pintu yang dianjurkan adalah dengan mengikuti contoh Rasullah, yaitu dengan melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

Setelah itu jamaah akan menuju tempat tawaf. 

7. Tawaf

Tata cara umroh yang kedua adalah Tawaf. Tawaf adalah kegiatan mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali. Jamaah mulai tawaf dari salah satu sudut Kabah yang terdapat batu Hajar Aswad. Di titik ini jugalah tawaf berakhir.

Saat memulai tawaf, jamaah wajib menyejajarkan pundak kiri dengan hajar aswad. 

Di Kabah kita juga mengenal istilah Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

Rukun Hajar Aswad merupakakan salah satu sudut Kabah yang terdapat baju Hajar Aswad. Di sini jamaah dianjurkan melakukan pilihan amalan, apa saja?

  • Taqbil, atau mencium Hajar Aswad
  • Istilam dan taqbil, yaitu mengusap dan mencium Hajar Aswad
  • Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan. Bisa juga mengusap dengan sesuatu benda yang kita pegang, kemudian benda tersebut dicium
  • Melambaikan tangan sembari mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar 

Sedangkan yang dimaksud dengan Rukun Yamani adalah salah satu sudut Kabah yang apabila kita tarik garis lurus akan sampai pada negeri Yaman. Rasulullah sendiri selalu menyempatkan untuk menyentuh sudut ini setiap kali tawaf. Namun dengan alasan keamanan akibat banyaknya Jemaah yang umroh, maka jamaah juga diperbolehkan untuk melambaikan tangan sembari berdoa pada sudut ini. 

Untuk jamaah laki-laki, dianjurkan untuk melakukan lari-lari kecil pada putaran pertama hingga ketiga. Sedangkan pada putaran keempat hingga ketujuh, boleh dengan berjalan biasa. Sementara itu untuk jamaah peremppuan, tidak ada anjuran lari-lari kecil sepanjang melakukan tawaf.

Ada beberapa doa yang bisa kita baca saat menjalankan tawaf, yaitu

  • Doa Tawaf Putaran 1

Subhanallahi wal-hamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil – aliyyil – azim, was salatu – was –salamu ‘ala rasulillahi sallallahu ‘alaihi wa sallam. Allahumma imanan bika wa tasdiqan bikitabika wa wafa’an bi ‘ahdika wattiba’an lisunnatika nabiyyika muhammadin sallallahu ‘alaihi wa sallam. Allahumma inni as’ alukal – ‘afwa wal-‘afiyatawal-mu’afatad-da’imata fid-dini wad-dun-ya wal-akhirah, wal- fauza bil-jannati wan-najata minan-nar.

  • Doa Tawaf Putaran 2:  Allahumma inna hazal-baita baituka wal-harama, haramuka wal-amna amnuka wal-‘abda ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika wa haza maqamul- a’izi bika minan-nari faharrim luhumana wa basya-ratana ‘alan-nar. Allahumma habbib ilainal-imana wa zayyinhu fi qulubina wa karrih ilainal-kufra wal-fusuqa wal-isyan, waj ‘alna minar- rasyidin. Allahumma qini azabaka yauma tab’asu ibadak. Allahum marzuqniyal-jannata biqairi hisab.

  • Doa Tawaf Putaran 3: Allahumma inni a’uzu bika minasy-syakki wasy-syirki wasy-syoqaqi wan-nifaqi wa su’il akhlaqi wa su’il-manzari wal-munqa labi fil mali wal-ahli wal-walad. Allahumma inni as’aluka ridaka wal-jannah, wa a’uzu bika min sakhatika wan nar. Allahumma inni a’uzu buka min fitnatil – qabri wa a’izi bika min fitnatil mahya wal-mamat.

  • Doa Tawaf Putaran 4: Allahummaj’alhu hajjan mabruran wa sa’yan masykuran wa zanban magfuran wa ‘amalan salihan maqbulan wa tijaratan lan tabur, ya ‘alima ma fis-sudur, akhrijni ya Allahu minazzalumati ilan-nur. Allahumma inni as’aluka mujibatu rahmatika wa ‘aza’ima magfiratika was-salamata min kulli ismin wal-ganimata min kulli birrin wal-fauza bil-jannati wannajata minan-nar. Rabbi qanni’ni bima razaqtani wa barik li fima a’taitani wakhluf ‘alayya kulla ga’ibatin li minka bikhair.

  • Doa Tawaf Putaran 5: Allahumma azillani tahta zilli ‘arsyika yauma la zilla illa zilluka wa la baqiya illa wajhuka wa asqani min haudi nabiyyika muhammadin sallallahu ‘alahi wasallama syurbatan hani’atan mari’atan la azma’u ba’daha abada. Allahumma inni as’aluka min khairi masa’alaka minhu nabiyyuka muhammadun sallallahu alahi wa sallam, wa a’uzu bika min syarri masta’azaka minhu nabiyyuka muhammadun sallallahu ‘alahi wa sallam. Allahumma inni as’aluka-jannata wa na’imaha wa ma yaqurribuni ilahiha min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uzbika minan- nari wa ma yuqarribuni ilahiha min qaulin au fi’lin au ‘amal.

  • Doa Tawaf Putaran 6: Allahumma inna laka ‘alayya huququan kasiratan fima baini wa bainaka, wa huquqan kasiratan fima baina wa baina khalqik. Allahumma ma kana laka minha fagfirhu li wa ma kana likhalqika fa tahammalhu ‘anni, wa agnini bihalalika ‘an haramika wa bita’atika ‘an ma’siyatika wa bifadlika ‘amman siwaka ya was’al-mag firah. Allahumma inna baitaka ‘azimun wa wajhaka karimun wa anta ya Allahu halimun karimun ‘azimun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni.

  • Doa Tawaf Putaran 7: Allahumma inni as’aluka imanan kamilan, wa yaqinan sadiqan, wa rizqan wasi’an, wa qalban khasyi’an wa lisanan zakiran, wa halalan tayiiban, wa taubatan nasuhan, wa taubatan qablal-mauti, wa rahatan ‘indal-mauti, wa magfiratan wa rahmatan ba’dal mauti, wal ‘afwa ‘indal-hisabi, wal-fauza bil-jannati, wan-najata minan-nari, bi rahmatika ya’ azizu ya gaffar. Rabbi zidni ‘ilman wa alhiqni bissalihin.

8. Sholat di Depan Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukanlah makam atau kuburan Nabi Ibrahim AS, melainkan suatu tempat di mana Nabi Ibrahim AS pernah berdiri di atasnya dalam rangka membangun Kabah. Di sini jamaah akan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Dianjurkan membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al Ikhlas di rakaat kedua.

9. Beristirahat dan Minum Air Zam-zam

Seusai sholat di depan Maqam Ibrahim, jamaah akan beristirahat dan meminum air zam-zam. Sebelum meminum air zam-zam, jamaah sebaiknya membaca doa sebagai berikut:

tata-umroh-beristirahat-dan-minum-air-zam-zam

yang artinya

Ya Allah aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit.

10. Melakukan Sa’i

Tata cara umroh yang ke sepuluh adalah Sa’i. Sa’i artinya berjalan kaki bolak-balik sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Ketika melakukan Sa’i sebaiknya dengan berlari-lari kecil, hal ini termasuk sunnah. Titik mulainya adalah Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah. Perjalanan dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dihitung sebagai satu kali perjalanan, begitu pula sebaliknya.

Ketika berada di Bukit Shafa dianjurkan jamaah menghadap ke arah Kabah sembari membaca doa berikut 

tata-cara-melakukan-sai

yang artinya

Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya segala kerajaan dan hanya bagiNya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya, yang menepati janjiNya, yang memenangkan hambaNya dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) dengan tanpa dibantu siapa pun.”

Sa’i merupakan bentuk penghargaan dari Allah SWT ata istri Nabi Ibrahim yang bernama Siti Hajar. Dahulu, Siti Hajar berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali untuk mencari air minum bagi putranya yaitu Nabi Ismali AS.

11. Tahallul

Tahallul merupakan rangkaian ibadah umroh yang paling terakhir, dengan cara memotong rambut di Bukit Marwah. Menurut bahasa tahallul memiliki arti ‘menjadi boleh’ atau ‘diperbolehkan’. Dengan demikian tahallul dalam ibadah umroh merupakan waktu ketika jamaah diperbolehkan atau dibebaskan dari larangan atau pantangan Ihram. Tahallul sendiri memiliki makna pembersihan diri.

Jamaah laki-laki sebaiknya mencukur habis rambut di kepala, ini termasuk sunnah. Biasanya mereka mencukur gundul kepalanya di tukang cukur yang berada di sekitar Bukit Marwah, dengan tarif tertentu. Pastikan tukang cukur yang kamu pilih menggunakan pisau cukur sekali pakai, untuk menghindarkanmu dari resiko penularan penyakit, terutama penyakit hepatitis C. 

Sedangkan bagi jamaah perempuan caranya adalah dengan mengumpulkan rambutnya dari seluruh bagian kepala, lalu memotongnya sepanjang satu ruas jari. Jamaah perempuan biasanya baru akan memotong rambut di hotel sehingga bisa membuka jilbab dengan lebih leluasa

0 Komentar

Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Kiri
Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Tengah
Belum ada Widget ditambahkan, silahkan tambah melalui menu berikut :
Dasbor > Widget > Footbar Kanan