Yang Kuno di Sisi Eropa, Perdagangan di Asia

 In Berita

https://radar.jawapos.com/radar/uploads/radarkediri/news/2018/03/02/yang-kuno-di-sisi-eropa-perdagangan-di-asia_m_53913.jpeg

BERSEJARAH: Deretan bangunanbangunan tua yang ada di tepi Selat Bosporus.

Bercerita tentang Istanbul tentu tak bisa melepaskan diri dari cerita selat Bosporus. Selat ini yang membelah Istanbul menjadi dua wilayah yang berbeda benua. Benua Asia dan benua Eropa. Dua sisi itu punya ciri khas masing-masing.

Hawa dingin yang menusuk tulang. Itulah yang terasa oleh puluhan jamaah umrah plus Turki yang dikoordinasikan oleh biro umrah dan haji Rameyza Tour and Travel Kediri. Jaket saja tak cukup untuk menghalangi gigitan suhu dingin di bawah 10 derajat celcius. Masih perlu kaus tangan dan penutup kepala. Atau minimal penutup telinga.

Apalagi, saat itu jamaah umrah plus Turki Rameyza tengah menumpang feri-demikian tour guide menyebut Bosporus cruise yang kami naiki. Menyusuri selat Bosporus. Angin  laut semakin membuat suhu dingin tak tertahankan. Pun ketika jaket tebal dan kaus tangan sudah dipakai. Bahkan, ketika penulis mencoba ber-swafoto di geladak feri, tangan terus bergetar. Tak bisa memfokuskan bidikan kamera handphone. Apalagi angin juga berembus kencang.

“Silakan ke ruang bawah. Bapak dan ibu bisa pesan kopi. Juga masih bisa melihat pemandangan luar,” teriak Ibrahim, tour guide, dari ruang kemudi feri yang berdinding kaca.

Benar saja, di bagian bawah feri berukuran kecil itu suhunya lebih hangat. Anggota rombongan pun bisa memesan aneka minuman penghangat badan. Teh, kopi, atau bahkan susu.

Dari dalam ruangan itu, anggota rombongan bisa melihat dua pemandangan berbeda di dua sisi selat. Di sisi utara yang Eropa dan sisi berlawanan yang masuk wilayah Asia. Di sisi Eropa, terpampang Kota Tua yang merupakan kota warisan Unesco. Beberapa peninggalan bersejarah terlihat dengan gagah. Mulai dari Istana Topkapi, Blue Mosque, ataupun Hagia Sophia. Terbentang pula benteng sisa peninggalan kekhalifahan Turki Utsmani. Walaupun di beberapa bagian sudah banyak yang jadi puing, tapi benteng tersebut relatif terjaga dan terawat.

Sementara di sisi satunya, daratan Istanbul yang berada di wilayah Asia juga tak kalah menarik. Bila di sisi Eropa penuh dengan peninggalan sejarah yang eksotis di sisi Asia sepanjang mata memandang adalah daerah-daerah pemukiman, perkantoran, dan pusat perdagangan yang lebih modern.

Selat Bosporus sendiri membelah Istanbul sepanjang 30 kilometer. Bagian yang paling lebar berkisar 3 kilometer. Sedangkan bagian tersempit tak sampai satu kilometer. Hanya sekitar 700-an meter.

Berada di selat Bosporus ibaratnya kita menjadi pemecah antara Istanbul zaman old dengan Istanbul zaman now. Benar-benar memesona. Selat ini juga mempunyai kedalaman yang bervariasi. Terdalam, bisa mencapai lebih dari 120 meter. Sementara, untuk bagian yang dangkal antara 30 sampai 40 meter.

Untuk menghubungkan dua benua di Istanbul ada dua jembatan gantung yang sangat terkenal. Kedua-duanya disebut dengan Jembatan Bosporus. Tulisan berikutnya akan bercerita pengalaman jamaah umrah plus Turki melintas dua jembatan gantung yang menghubungkan antara daratan Asia dan Eropa tersebut.(fud/bersambung)

(rk/*/die/JPR)


Dikutip dari: Jawa Pos Radar Kediri

Hari, Tanggal: Sabtu, 30 Juni 2018

Link: https://radar.jawapos.com/radarkediri/read/2018/03/02/53913/yang-kuno-di-sisi-eropa-perdagangan-di-asia

Recent Posts

Leave a Comment

4 × three =

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search