Ramadan Istimewa Bersama Rameyza

 In Berita
Semangat Umrah di Suhu 42 Derajat

https://radar.jawapos.com/radar/uploads/radarkediri/news/2018/06/13/ramadan-istimewa-bersama-rameyza-13habis_m_81226.jpeg

IHRAM: Jamaah Rameyza usai umrah ketiga. (HERI MUDA SETIAWAN – JawaPos.com/RadarKediri)

Tiga hari terakhir menjadi hari yang berat bagi jamaah umrah Rameyza. Cuaca sangat panas di Kota Makkah menjadi tantangan tersendiri. Tapi, para jamaah tetap fokus beribadah.

Mendekati akhir Ramadan, Kota Makkah, tepatnya di kawasan sekitar Masjidil Haram, bukannya sepi. Justru semakin  ramai. Ini bisa terlihat dari semakin padatnya titik-titik di luar Masjidil Haram. Yang dipakai oleh para jamaah untuk melaksanakan salat.

Mulai dari trotoar hingga jalanan radius 100 meter dari pintu King Abdul Aziz penuh dipakai jamaah untuk salat. Apalagi kalau malam-malam ganjil. Jamaahnya pasti membeludak. Semuanya antusias untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jika malam, mereka harus berjuang melawan kantuk agar bisa ikut tarawih hingga qiyamullail. Sementara di siang hari, cuaca Kota Makkah yang cukup panas menjadi tantangan tersendiri. Ya, sejak dua hari terakhir, cuaca di Makkah terasa semakin panas.

Beberapa jamaah sempat menguji suhu cuaca melalui aplikasi cuaca yang ada di ponsel. “42 derajat celcius, makanya panasnya terasa sekali,” ungkap Suliono, salah seorang jamaah.

Meski begitu, cuaca panas yang begitu tinggi tidak mengendurkan semangat para jamaah untuk beribadah di Masjidil Haram. “Ini malam ganjil, jangan lewatkan untuk berdoa dan memohon kepada Allah,” ingat ustad Mubarok Ainul Yaqin memberikan semangat.

Sebelumnya, di pagi hari, jamaah Rameyza juga melaksanakan umrah ke-3. Miqat kali ini diambil dari Tan’im atau Masjid Aisyah. Masjid Aisyah diambil dari  nama isteri Nabi Muhammad SAW, Aisyah RA. Masjid ini dijadikan tempat miqat jamaah dari Makkah. Masjid Aisyah ini terletak di Tan’im. Sekitar 7,5 km dari Masjidil Haram.

Masjid ini disebut Masjid Aisyah karena pada saat haji wada, 9 Hijriyah, istri Rasulullah SAW itu tidak bisa melaksanakan umrah bersama-sama. Karena sedang udzur (haid). Lalu Rasulullah memerintahkan Abdurrahman bin Abu Bakar (saudara laki-laki Siti Aisyah) untuk mengantarkan ke Tan’im guna melaksankan umrah. Yakni setelah mengerjakan haji pada Dzulhijjah.”Jadi, di tempat inilah istri Rasulullah SAW yaitu Aisyah binti Abu Bakar RA melaksanakan miqat untuk umrahnya.

Tan’im adalah salah satu tempat miqat umrah bagi penduduk Makkah dan orang-orang yang bermukim di Makkah. Karena tempatnya dekat dan transportasi lebih mudah dijangkau. Mengambil miqat dari Tan’im setiap hendak umrah, ini berlaku bagi setiap orang yang tinggal di Makkah. Baik untuk sementara ataupun menetap. Letaknya di sebelah utara Masjidil Haram dengan jarak kira-kira 7.5 km di pinggir jalan raya menuju Kota Suci Madinah. Sekaligus menjadi pembatas utara Tanah Haram.

Selepas miqat mereka menuju Kota Makkah untuk melaksanakan tawaf dan sai. Di umrah ketiga ini, para jamaah diberi kesempatan untuk mengumrahkan keluarga terdekat yang sudah meninggal. “Semoga umrah yang kita laksanakan mabrur,” pungkas ustadz Mubarok.

(rk/fiz/die/JPR)


Dikutip dari: Jawa Pos Radar Kediri

Hari, Tanggal: Sabtu, 30 Juni 2018

Link: https://radar.jawapos.com/radarkediri/read/2018/06/13/81226/ramadan-istimewa-bersama-rameyza-13habis

Recent Posts

Leave a Comment

17 − eight =

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search