Okupansi Hunian Turun Tinggal Separo

 In Berita

https://radar.jawapos.com/radar/uploads/radarkediri/news/2018/02/21/okupansi-hunian-turun-tinggal-separo_m_51081.jpeg

MAKIN SEPI: Pengunjung yang menginap di hotel makin menurun. (MAHFUD – JawaPos.com/RadarKediri)

Wisata religi tampaknya menjadi alternatif pemasukan bagi Arab Saudi selain sektor minyak dan gas (migas). Namun, belakangan jumlah hunian hotel cenderung mengalami penurunan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Di Makkah, ada banyak sekali pilihan hotel. Mulai dari yang murah hingga yang berbintang lima. Ini karena di Makkah permintaan hotel atau hunian bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah maupun haji cukup tinggi. Dalam sehari, bisa jutaan jamaah yang melakukan ibadah.

Beruntung, jamaah umrah Rameyza Tour and Travel mendapatkan layanan penginapan yang sangat representatif. Bagaimana tidak, ada dua hotel yang digunakan oleh jamaah umrah Rameyza Tour and Travel yang keduanya merupakan hotel bintang lima. Rombongan jamaah atau grup pertama menginap di Azka Al Shofa dan satu grup lainnya di Sofwa Royal Orchid.

Hotel Azka ini jaraknya sekitar 300 meter dari Masjidil Haram, sedangkan Hotel Sofwa Royal Orchid jaraknya lebih dekat lagi. Bahkan, di Hotel Sofwa ini sebagian besar jamaah umrah Rameyza bisa mendapatkan view Kakbah dari kamarnya.

Namun, ada sisi lain dari banyaknya pilihan hotel dan penginapan yang ada di Makkah. Di beberapa hotel, tingkat hunian per hari menunjukkan gejala menurun.

“Sekarang tiap hari sekitar 600 sampai 800-an yang menginap,” kata Azidin Anwar, koki hotel yang asal Bangkalan, Madura.

Anwar adalah seorang koki di Hotel Azka yang kebetulan sempat bertemu dengan kami. Dia sudah bertahun-tahun kerja di hotel sebagai penyaji masakan. Di Hotel Azka itu sendiri Anwar berstatus part timer. Dia hanya bekerja enam jam sehari. Aslinya, dia bekerja di Le Meridien Hotel, yang letaknya bersebelahan dengan Hotel Azka. “Setelah lepas kerja di sana (Le Meridien, Red) saya part time di sini,” jelas lelaki yang istrinya tinggal di daerah Blega ini.

Jamaah umrah Rameyza Tour and Travel seperti mendapat durian runtuh saat mengetahui sang koki adalah Anwar, seorang warga Indonesia. Masakannya Indonesia banget. Pas dengan lidah orang Jawa Timur. Plus, saat itu juga tersedia sayur tumis buncis yang pedasnya juga nendang. Sangat layak karena selama ini hampir selalu disuguhi menu lokal Arab Saudi.

Kembali ke soal hunian hotel, Anwar mengatakan, saat ini angka paling ramai di hotelnya mencapai 1.500-an kamar. Padahal, setahun silam ketika peak season bisa mencapai 3.000 orang per hari!

Memang, ketika religion tourism atau wisata religi bisa jadi andalan negara Petro Solar dalam mendongkrak perekonomian, pemerintah Arab Saudi justru menerapkan aturan baru. Aturan yang justru bisa jadi kontra produktif. Yaitu penerapan visa progresif!

Dalam kebijakan visa progresif ini, setiap orang yang berumrah tiga kali dalam setahun akan dikenakan biaya tambahan. Sangat besar nilainya. Yaitu ada tambahan SAR 2.000. Atau dengan kurs Rp 3.600 per 1 real, berarti biaya tambahannya mencapai Rp 7 juta lebih! Aturan tersebut diterapkan sejak tahun lalu. Perhitungannya orang yang sudah umrah pada 1438 H dan ingin pergi lagi pada tahun ini kena biaya tambahan sekitar Rp 7 juta..

(rk/*/die/JPR)


Dikutip dari: Jawa Pos Radar Kediri

Hari, Tanggal: Jum’at, 29 Juni 2018

Link: https://radar.jawapos.com/radarkediri/read/2018/02/21/51081/okupansi-hunian-turun-tinggal-separo

Recent Posts

Leave a Comment

15 + five =

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search