Ke Turki, Menelusuri Jejak Kebesaran Islam

 In Berita

Blue Mosque yang Tak Lagi Biru

https://radar.jawapos.com/radar/uploads/radarkediri/news/2018/02/14/blue-mosque-yang-tak-lagi-biru_m_49287.jpeg

MEGAH: Sultan Ahmed Camii, alias Masjid Biru, yang jadi destinasi ziarah favorit jamaah umrah asal Indonesia. (MAHFUD – JawaPos.com/RadarKediri)

Salah satu tujuan ziarah jamaah umrah Rameyza Tour and Travel selama di Istanbul adalah mengunjungi Masjid Biru. Namun, kini masjid itu sudah tak sesuai dengan namanya.

Nama sebenarnya adalah Sultan Ahmed Camii. Atau Masjid Sultan Ahmed. Nama itu merujuk pada sultan di era kekhalifahan Turki Utsmani yang memerintahkan membangun masjid tersebut.

Lalu, mengapa menjadi Blue Mosque alias Masjid Biru? Menurut Ibrahim, tour guide jamaah umrah Rameyza, yang sempat beberapa bulan tinggal di Jakarta ini dan fasih berbahasa Indonesia, nama Masjid Biru merujuk pada warna kubah yang biru. Juga, dominasi warna biru pada interiornya.

“Tapi, kabarnya, karena ternyata warna biru bukan warna asli masjid, maka kini sudah diubah. Bukan lagi dominasi warna biru,” terang Ibrahim.

Walaupun sudah tak lagi biru, nama tersebut sudah kadung melekat. Kalau mengunjungi masjid yang dibangun pada abad XVII pasti menyebut Masjid Biru. Dan, semua pasti mengarahkan ke Kota Tua, daerah yang menjadi pusat pemerintahan sejak era Konstantinopel.

Menariknya, yang mengunjungi masjid yang dekat dengan lokasi Aya Sofia itu tak sekadar peziarah muslim saja. Namun juga wisatawan non-muslim dari seluruh dunia. Rombongan wisatawan Asia Timur termasuk yang banyak terlihat.

Karena pengunjungnya banyak juga yang nonuslim, pengelola masjid membuat aturan ketat. Di saat-saat waktu salat jam kunjungan ditutup. Pengunjung tak boleh masuk areal halaman dalam. Kecuali yang berniat salat.

Bagi Jamaah umrah Rameyza, kesempatan berziarah kemarin juga bertepatan dengan datangnya waktu duhur. Walaupun setiap pintu gerbang ke halaman dalam sudah dijaga sekuriti, rombongan diperboleh masuk. Namun, kami tak boleh masuk bila belum dalam keadaan berwudu. Kebetulan tempat wudu berada di halaman luar.

Menariknya, suhu di Istanbul kemarin cukup dingin, yakni mencapai 8 derajat celcius. Alhasil para jamaah pun merasa kedinginan karena air yang berubah menjadi sangat dingin seperti es.

Bagi jamaah Rameyza, khususnya yang pria, melihat tempat bersuci itu agak surprise pada awalnya. Bagaimana tidak, tempat wudu itu dilengkapi tempat duduk. Yang mengambil air wudu pun tak berdiri, tapi duduk di ‘umpak’ batu. Jaket, rata-rata peziarah memang berjaket karena musim dingin, digantung di atas kran air.

Ketika masuk ke masjid, peziarah sudah disiapkan tas plastik mirip bila kita belanja buah atau sayuran di supermarket. Bedanya, plastik itu untuk tempat sandal atau sepatu. Mirip membawa belanjaan, jamaah atau pengunjung membawa alas kakinya ke dalam masjid. Di dalam sudah tersedia deretan rak untuk meletakkan kresek berisi alas kaki itu.

Di bagian dalam, area masjid memang dipisah dua. Diberi pembatas. Yang bagian depan untuk pengunjung sekaligus peziarah muslim. Yang melakukan salat tahiyatul masjid atau salat wajib. Sementara yang bagian belakang untuk yang sekadar melihat atau foto-foto.

Masjid berukuran 53 meter x 51 meter ini ditumpu empat pilar besar di bagian dalamnya. Lantainya, yang dekat dengan tempat imam, lebih tinggi. Sedangan di bagian atap terdapat ornamen-ornamen menarik. Baik yang menghiasi kubah-kubahnya ataupun kaca jendela. Lampu-lampu kristal yang bergelantungan juga menambah kesan indah dan mewah!

Sedangkan dari luar, Blue Mosque terlihat khas dengan kubah besarnya yang dikelilingi kubah-kubah kecil. Juga, ada enam menara yang sebenarnya menjadi ciri khas utama masjid ini. Setidaknya bila dibandingkan sebutan warna biru yang justru tak tampak lagi.

(rk/*/die/JPR)


Dikutip dari: Jawa Pos Radar Kediri

Hari, Tanggal: Jum’at, 29 Juni 2018

Link: https://radar.jawapos.com/radarkediri/read/2018/02/14/49287/blue-mosque-yang-tak-lagi-biru

Recommended Posts

Leave a Comment

11 + seventeen =

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search