Catatan dari Perjalanan Umrah Plus Turki

 In Berita

Eksotisme Istanbul, Terpecah antara Eropa dan Asia

https://radar.jawapos.com/radar/uploads/radarkediri/news/2018/03/01/eksotisme-istanbul-terpecah-antara-eropa-dan-asia_m_53700.jpeg

MENDUNG: Selat Bosporus. (MAHFUD – JawaPos.com/RadarKediri)

Bagi jamaah umrah Rameyza Tour and Travel, tiga hari di Istanbul, Turki, menjadi pengalaman yang menarik. Selain banyak situs peninggalan Islam yang layak didatangi, Istanbul juga menawarkan wisata sejarah yang menarik. Juga, destinasi wisata alam yang pantang dilewatkan.

Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Ataturk di Istanbul, Turki, tergolong melelahkan. Bagaimana tidak, waktu yang dibutuhkan relatif lama. Hampir 13 jam berada di udara.

Namun, waktu selama itu bisa berganti menjadi menyenangkan. Turkish Airlines relatif mampu membuat penumpangnya tak bosan dengan perjalanan udara selama itu. Film-film tersedia di layar 10 inch yang tersedia di depan tempat duduk. Tinggal pilih. Mau film yang baru atau lama. Atau film yang dibintangi tokoh-tokoh idola kita.

Soal makanan pun terjamin. Sepanjang perjalanan Jakarta-Istanbul, dua kali awak pesawat menyediakan makanan. Asal cocok dengan lidah, dijamin selama penerbangan tak akan kelaparan.

Begitu turun di Bandara Ataturk, sensasi lain langsung terasa. Apalagi kalau bukan sensasi hawa dingin. Maklum, saat rombongan dari Rameyza Tour and Travel tiba, saat itu Istanbul, dan hampir seluruh Turki, sedang mengalami musim dingin. Suhu di pagi hari, saat tiba di Istanbul sekitar pukul 06.00 waktu setempat, suhu yang tertera di handphone mencapai 11 derajat celcius. Cukup membuat orang Indonesia kedinginan.

Beruntung, selain sudah bermodal jaket sejak dari tanah air, rombongan juga mendapat suvenir khusus dari Turkish Airlines. Berupa penutup telinga. Lengkap dengan sarung tangan, suhu dingin pun bisa dinetralisasi.

Istanbul memang memiliki banyak cerita menarik. Kota ini, walaupun bukan lagi menjadi ibu kota Turki, tapi tetap merupakan kota terbesar dan terpadat di negeri Attaturk ini. Kota ini juga menawarkan cerita sejarah yang menawan. Karena sempat menjadi pusat dari tiga peradaban besar. Bizantium, Konstantinopel, dan Kekhalifahan Islam Utsmani. Sebelum akhirnya ibu kota Turki pindah ke Ankara.

Dari sisi geografis, Istanbul sudah menawarkan sesuatu yang sensasional. Karena kota ini wilayahnya ‘terbelah’ dua. Antara wilayah yang masuk daratan Asia dengan wilayah yang masuk daratan Eropa. Pemisahnya adalah selat Bosporus. Selat yang menghubungkan laut Marmara dengan Lautan Hitam. Di tepi Selat Bosporus inilah terhampar Kota Tua Istanbul yang sarat sejarah. Tempa istana para sultan serta peninggalan sejarah bertebaran. Termasuk benteng yang tetap bertahan hingga saat ini. Semuanya merupakan bahan bercerita yang sangat menarik. (fud/bersambung)

(rk/*/die/JPR)


Dikutip dari: Jawa Pos Radar Kediri

Hari, Tanggal: Jum’at, 29 Juni 2018

Link: https://radar.jawapos.com/radarkediri/read/2018/03/01/53700/eksotisme-istanbul-terpecah-antara-eropa-dan-asia

Recent Posts

Leave a Comment

eleven + eighteen =

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search